salamsinwrgi
Salam sinergi Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Kepala BKKBN RI, Komisi IX DPRI RI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dan jajaran terkait lainnya dalam Peningkatan Sinergitas dan Kolaborasi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Novotel Palembang, Tanggal 14 sd 16 Februari 2023

Palembang, dinkes.sumselprov.go.id – Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 diselenggarakan oleh Badam Kependudukan dan Keluarga Berencana  (BKKBN). Peningkatan Sinergitas dan Kolaborasi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Novotel Palembang, Tanggal 14 sd 16 Februari 2023.

hdsambutbkkbnstunting
Gubernur Sumsel, H. Herman Deru (HD) memberikan sambutan dan meresmikan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 yangdiselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), di Novotel Palembang, Rabu, 15/2/2023.

Gubernur Sumsel, H. Herman Deru (HD)  dalam sambutannya mengatakan pada 25 sampai 30 tahun mendatang jumlah usia produktif akan lebih baik, namun untuk penyebab stunting dari hasil survey tidak hanya dari keluarga tidak mampu bahkan ada dari keluarga mampu. “ibu kena anemia, salah asuhan misalnya, jadi tidak hanya fokus kepada keluarga tidak mampu saja justru kepada keluarga yang mampu juga , kita butuh peran serta semua” jelas HD.

hastobklbnri
Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengucapkan selamat atas prestasi Sumsel, Novotel Plb, Rabu, 15/2/2023

HD juga menceritakan di Pertengahan 2022 BPKP dan Kanwil BKKBN menyampaikan ke Gubernur tentang audit kinerja dalam penurunan stunting, diformalkan bahwa, sasarannya adalah calon ibu. “sasarannya adalah calon ibu, tidak hanya bayinya saja, maka peran IDI, Posyandu ada di garda terdepan..karena kita harus mempersiapkan mereka untuk siap berkompetisi” tekan HD.

drtrisbkkbn
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, SpKKLP. (dr.Tris) dalam Rakerda menyampaikan laporan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di Sumsel, Novotel, 15/2/22023.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, SpKKLP. (dr.Tris) dalam Rakerda menyampaikan laporan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di Sumsel, “stunting di Indonesia 21,6% dan di Sumsel turun menjadi 6,2%. Sumsel masuk tiga besar provinsi yang menurunkan angka stunting yang melebihi capaian nasional tahun 2022 dimana Prevalensi Balita Stunted dengan tinggi badan menurut umur di Sumsel tahun 2021 sebesar 24,8% dan di tahun 2022 sebesar 18,6%” jelas dr.Tris dalam laporannya.

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengucapkan selamat atas prestasi Sumsel. “selamat untuk sumsel atas prestasi terbaik dan tertinggi SeIndonesia dan penghargaan untuk Gubernur sumsel dari BPS dengan penghargaan dari tiga kab kota atas prestasi penurunan stunting” ucap Hasto.

Melansir laporan Kepala BKKBN Provinsi Sumsel yang diwakili Pembina Wilayah Sumsel, oleh Bpk. Heri K,  berharap tahun 2023 harapannya  dapat menurunkan angka stunting 5%. “dukungan semua pihak di sumsel, saya percaya sumsel bisa di angka13 %, sinergitas bisa diwujudkan dengan kolaborasi dan meningkatkan komitmen pemerintah Provinsi, kabupaten dan kota, Forkopimda dan semua sektor.. Komitmen yang terimplementasi indikator di dalam Perpres Tahun 2022 dan rencana aksi Penurunan Stunting BKKBN Nomor 12 Tahun 2021, menggunakan data keluarga berisiko stunting dalam rangka untuk mencegah risiko stunting” jelas Heri.

Sebagaimana diketahui Perwakilan daerah  yg ada di 17 kab kota di Sumsel sudah menandatangani perjanjian kinerja untuk mendiskusikan mulai dari perencanaan komitmen, layanan spesifik, upaya status pangan dari masing2 keluarga , Sumsel mandiri pangan, data informasi lokasi dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Tonton juga :

Kiat kiat Kota Lubuklinggau Percepat Menurunkan Stunting